Duduk bentar
Tiba tiba kepikiran awal saya ikut pengabdian karena apa. Sebenarnya tidak terlalu penting menulis perasaan saya ini, tetapi lucu juga ternyata kalau dipikir-pikir.
Awal saya datang ke lokasi rasanya asing sama teman teman, terutama dengan adik tingkat, iyupp sy belum cerita, saat tulisan ini ditulis saya masih semester 4 dan Anggota pengabdian lain semester 2 juga, asing sekali rasanya karena biasa di kampus itu tidak pernah saling tegur sapa, bukan karena tidak kenal tetapi berbeda jam haha.
Hari pertama rasanya mau pulang saja besoknya, tapi di betah betahin aja, kenapa? Iya karena pertama kan lingkungan yang perlu beradaptasi, terus asing sama teman teman lainnya, lah kok dah hari ke-4 rasanya gamau pisah, malahan kalau ada yang mau balik duluan sy kadang protes, sampai sampai teman saya masih disini saja saya pesan jangan balik ke rumah kalau belum selesai pengabdian haha.
Tidak banyak yang dilakukan di tempat pengabdian, cuman sekedar kumpul kumpul saja sudah bermakna sekali ternyata, dengar kisah mereka yang dari berbagai genre, makan makanan khas mereka yang dibuat ketika waktu luang, waduh banyak banget hal baru yang saya rasakan. Saya jadi mikir begini ternyata kalau berani meninggalkan zona nyaman itu, pengalaman dan ilmu secara tersirat saya terima. Apalagi ini lingkungannya sangat beda sama dirumah, yaa dari lingkungan yang dataran rendah full daratan tiba tiba harus tinggal di pesisir pantai mana tradisi disini beda beda haha.
Intinya bersyukur sekali rasanya, walau harus pisah sama teman teman dirumah.

Komentar
Posting Komentar